Tidak sedikit orang tua yang merasa heran kenapa anak mereka sudah rutin sikat gigi tetapi tetap mengalami gigi berlubang. Sebagai dokter gigi, kami sering menemukan bahwa penyebab karies pada anak bukan hanya soal frekuensi menyikat gigi, tetapi juga kombinasi kebiasaan sehari-hari yang sering tidak disadari.
Gigi anak memiliki lapisan email yang lebih tipis dibandingkan gigi orang dewasa. Kondisi ini membuat proses kerusakan dapat berlangsung lebih cepat ketika gigi sering terpapar sisa makanan dan minuman manis. Selain itu, banyak lubang gigi pada anak berkembang tanpa keluhan sehingga baru diketahui saat ukurannya sudah cukup besar.
Kebiasaan yang Sering Memicu Gigi Anak Cepat Berlubang: - Sering ngemil atau minum manis di sela waktu makan - Tidur tanpa menyikat gigi malam - Mengkonsumsi susu atau minuman manis sebelum tidur - Teknik menyikat gigi yang belum optimal - Jarang melakukan pemeriksaan gigi rutin Sering kali orang tua fokus pada berapa banyak makanan manis yang dimakan anak. Padahal yang lebih berpengaruh adalah seberapa sering anak mengonsumsinya. Setiap kali anak ngemil manis, bakteri di dalam mulut akan menghasilkan asam yang menyerang permukaan gigi. Jika terjadi berulang sepanjang hari, risiko gigi berlubang pun meningkat.
Kabar baiknya, sebagian besar kasus gigi berlubang pada anak sebenarnya dapat dicegah. Membiasakan sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, membatasi camilan manis, dan melakukan kontrol rutin ke dokter gigi dapat membantu menjaga kesehatan gigi anak dalam jangka panjang. Jangan tunggu anak mengeluh sakit, karena pada banyak kasus, lubang gigi sudah terbentuk jauh sebelum rasa sakit muncul. Hubungi kami melalui whatsapp dan follow akun Instagram untuk info terlengkap dan terbaru.
Sumber: berbagai sumber
IDENTISTREE Dental Clinic
Telepon (021) 293 14 707
WhatsApp 0812 9894 0419
Instagram @identistree.dentalclinic
www.identistree-clinic.com