Banyak pasien yang menanyakan “kapan kita perlu menambal gigi?”. Pemeriksaan rutin 6 bulan sekali ternyata bermanfaat dalam mendeteksi terjadinya lubang gigi atau karies ,bahkan saat masih di tahap awal. Lalu apa yang dapat pasien lakukan agar terhindar dari perawatan gigi yang lebih rumit dan memakan waktu yang lebih lama? Yuk, kita simak penjelasannya…
Proses Terjadinya Karies Gigi
Gigi berlubang muncul ketika bakteri di dalam mulut memproduksi zat asam yang berfungsi untuk mencerna makanan, bergabung dengan sisa makanan serta air liur dan membentuk plak gigi. Kondisi ini merupakan tanda-tanda awal kerusakan gigi. Jika tidak segera mendapatkan perawatan, maka kerusakan akan terus berlangsung. Bukan hanya mengakibatkan gigi berlubang, tetapi dapat menyebabkan infeksi serta gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya dilakukan penambalan sesegera mungkin.
Tahap Perjalanan Penyakit Karies Gigi
Gigi terbagi atas 3 lapisan yaitu email, dentin dan pulpa. Awal terjadinya karies (gigi berlubang) pasien tidak merasakan sakit sama sekali, karena bakteri yang menyebabkan karies baru mengenai bagian email gigi. Hal ini diketahui ketika pasien melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi.
Tahap ke 2, jika bakteri sudah menyebar ke bagian dentin, pasien merasakan ngilu ketika minum air dingin dan makan makanan yang manis. Rasa ngilu tersebut akan hilang ketika penyebabnya sudah hilang. Sebaiknya segera dilakukan penambalan.
Tahap ke 3, jika bakteri sudah menyebar ke bagian pulpa, pasien akan merasakan sakit bahkan ketika tidak melakukan aktifitas apapun. Rasa sakit juga terjadi ketika mengigit makanan ataupun ketika mempertemukan gigi atas dengan gigi bawah (oklusi). Pada kasus parah bisa terdapat nanah dan bengkak di gigi tersebut. Maka itu harus dilakukan perawatan saraf dan pasien bisa datang ke dokter gigi 3-4 kali kunjungan.
Ketika gigi berlubang dibiarkan lebih lama lagi, kerusakan gigi bisa sangat luas sehingga gigi tidak bisa dipertahankan lagi dan akhirnya harus dicabut.
Tujuan Penambalan Gigi
Tambal gigi adalah perawatan yang dilakukan apabila anda mengalami gigi berlubang. Pada gigi yang berlubang biasanya ada bagian yang mengalami pembusukan. Setelah bagian yang membusuk dibuang, rongga tersebut diberi tambalan. Selain pada gigi berlubang, jika ada gigi patah dan gigi yang mengalami atrisi atau abfraksi dokter juga dapat memberikan perawatan berupa tambal gigi.
Terdapat juga tambalan yang berfungsi untuk melindungi gigi yang sehat agar tidak terkena karies, yaitu fissure sealant. Jadi tujuannya adalah untuk menutupi ceruk gigi yang dalam, terutama gigi geraham.
Tujuan dan manfaat menambal gigi, antara lain:
Merawat Tambalan Gigi
Merawat tambalan gigi yaitu dengan cara menjaga oral hygiene, antara lain:
Maka rajinlah melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, untuk membersihkan karang gigi dan memeriksakan apakah ada gigi yang berlubang. Dan ketika dokter memberitahukan ada gigi yang berlubang, maka segeralah untuk ditambal sebelum menjadi parah dan pasien merasakan sakit gigi. Karena kata orang “lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi”.
Artikel oleh: drg. Gelaria Ongalela, MARS
SUmber foto: Google